Selasa, 25 Juni 2013

PERANAN APLIKASI CALL CENTER PADA AFTER SALES SERVICE

www.aplikasi-call-center.blogspot.com
Apakah Anda pernah mengalami  dikejar - kejar oleh seorang Sales pada saat sebuah transaksi masih dalam proses, Ya tentunya Seorang Sales biasanya cenderung agresif dalam melakukan penjualan dan tidak jarang didalam penjualan dimasukan janji - janji yang kadang berlebihan dimana biasa disini tercipta OVER EXPECTATION oleh Calon Pelanggan tersebut.

Pada saat melakukan pembelian Calon Pelanggan yang ingin memutuskan untuk melakukan transaksi tentunya sudah percaya dengan apa yang dikatakan oleh Sales, dimana disinilah awal dari suatu masalah cenderung terjadi.

Sekarang ini tidak jarang kita menemui Perusahaan berskala besar yang masih belum mempunyai layanan Call Center yang tersistem yaitu menggunakan APLIKASI CALL CENTER. Dengan tidak adanya APLIKASI CALL CENTER  pada Perusahaan yang sudah berskala besar biasanya menjadi masalah yang cukup seriu, dimana Kredibilitas suatu Perusahaan dipertaruhkan disini.

APLIKASI CALL CENTER  menjadi suatu acuan untuk terciptanya layanan AFTER SALES SERVICE yang baik. Setiap Pelanggan tentunya ingin dilayani dengan baik, apalagi pada saat Pelanggan sudah percaya dengan Perusahaan Anda maka disana adalah saatnya menciptakan kepuasan pelanggan yaitu ACTUAL HOPE  > EXPECTATION HOPE.

Salah satu Fungsi APLIKASI CALL CENTER adalah untuk mewadahi komunikasi antara Para Pelanggan dengan Perusahaan. Dimana APLIKASI CALL CENTER  mempunyai beberapa beragam kanal komunikasi, antara lain seperti : 
- Email
- SMS
- Website
- Social Media
- Mobile Application
- dsb

Untuk setiap kegiatan Komunikasi menggunakan APLIKASI CALL CENTER  akan terekam didalam sistem sehingga dapat diukur kinerja perusahaan secara keseluruhan dalam kegiatan Call Center Tersebut terutama terkait After Sales Service yang berujung pada seberapa besar kepuasan pelanggan.

Jadi APLIKASI CALL CENTER itu penting atau tidak? saya tunggu komentarnya yah Sobat Blogger.


Artikel Terkait :



Senin, 17 Juni 2013

Telur atau Ayam Dulu , Aplikasi Call Center Atau Agent Call Center Dulu?

Kenapa Judulnya ada Telur dulu atau ayam dulu? dan ada Aplikasi Call center atau agent call center dulu? haha, itu hanyalah istilah dari Saya. Karena sekarang ini banyak perusahaan yang dilema memutuskan untuk melakukan investasi di aplikasi call center terlebih dahulu atau agent call center terlebih dahulu.

Tentunya kedua hal tersebut tidak bisa ditetapkan dan haruslah flexible, Aplikasi Call Center diperlukan apabila ada kebutuhan untuk manajemen informasi data contohnya seperti :

- Voice Recording : Voice Recording dapat digunakan tergantung industrinya yaitu bisa digunakan sebagai alat bukti percakapan untuk transaksi yang telah dilakukan, atau sebagai arsip data bagi perusahaan ketika diperlukan dikemudian hari, atau bisa juga sebagai alat ukur kualitas percakapan yang dilakukan oleh para agent call center.

- Agent Performance Report : Agent Performance Report dapat digunakan sebagai alat ukur kinerja dari agen dalam melakukan kegiatan call center.

- History Call : Maksudnya history call disini adalah setiap kegiatan telepon masuk dan telepon keluar terekam, jadi perusahaan bisa mengetahui kapan peak call terjadi pada suatu kurun waktu tertentu.

- CRM : Pada perusahaan tertentu dimana databasenya sudah banyak tentunya tidak mungkin mengidentifikasi satu persatu pelangganya.  Dengan ada nya CRM yang merupakan salah satu fitur pada Aplikasi Call Center maka agen bisa mengetahui siapa penelpon tanpa perlu menanyakan terlebih dahulu dan setiap history percakapan juga terekam dan untuk setiap kasus yang ada juga selalu tersimpan  sehingga ini akan sangat membantu agen yang akan bertugas pada shift yang berbeda waktunya.

- Service Level Agreement (SLA) : Pada perusahaan tertentu biasa nya ada standard SLA tersendiri terutama pada perusahaan yang sudah mempunyai banyak pelanggan, contohnya  waktu yang ditetapkan dalam menangani suatu kasus. SLA ini bisa terlaksana apabila didukung oleh sistem dan maksud sistem yang kita bicarakan disini adalah sistem Aplikasi Call Center itu sendiri.

Pada beberapa perusahaan seperti Banking juga mempunyai standard tersendiri apabila ingin mempunyai ATM, Standard itu adalah harus mempunyai layanan 24 jam untuk Call Center apabila ingin mempunyai ATM.

Pada artikel diatas saya menceritakan mengapa Perusahaan perlu mempunyai aplikasi call center, lalu bagaimana dengan Agen Call center? 

Pada perusahaan tertentu yang belum mempunyai banyak nasabah jadi masih bisa dilakukan secara manual, Namun banyak juga Perusahaan besar yang mempunyai banyak nasabah namun masih menggunakan call center yang manual.  Contohnya pada Perusahaan Telesales, Telecollection yang mempunyai ratusan agent masih banyak yang masih menggunakan sistem call center yang manual.

Jadi Telur dulu atau Ayam dulu? Aplikasi Call Center dulu atau Agent Call Center dulu? apa pendapat para Blogger sekalian? silahkan beri komentar yah.

artikel terkait :


Rabu, 23 Juni 2010

Turn Over SDM Call Center Tinggi?

software call center
Pasti Anda semua pernah mendengar kalimat Aplikasi Call Center atau operator. Biasanya pada perusahan-perusahan yang besar, mereka memberikan layanan purna jual kepada Para Pelanggan mereka dan salah satu caranya adalah dengan menggunakan Aplikasi Call Center dimana berfungsi untuk memberikan informasi serta menampung dan menyelesaikan masalah dari customer sehingga pelangan tetap terjaga kepuasanya dan tetap menggunakan produknya. Tetapi apakah Anda mengetahui bagaimana cara kerja Aplikasi Call Center Itu? mari kita bahas.

Sedikit kutipan dari Wikipedia tentang Aplikasi Call Center merupakan suatu kantor informasi yang terpusat yang digunakan untuk tujuan menerima dan mengirimkan sejumlah besar permintaan melalui telepon. Aplikasi Call Center dioperasikan oleh sebuah perusahaan sebagai pengadministrasi layanan yang mendukung produk incoming dan menyelidiki informasi tentang konsumen. Panggilan keluar call center digunakan untuk telemarketing, Telecollection, Telesales dan debt collection pun dapat dilakukan. Sebagai tambahan untuk Aplikasi Call Center, bahwa penanganan secara kolektif untuk surat, fax, dan email dalam sebuah lokasi lebih sering sering disebut dengan contact center.

Sistem Kerjanya yaitu kebanyakan dari sumber daya manusianya adalah pekerja outsourching atau kontrak, bukan pekerja tetap atau kontrak dari perusahan tersebut, jadi mereka adalah karyawan perusahaan outsourching yang di tempatkan di perusahaan yang membutuhkan mereka, kebanyakan SDM tersebut rata-rata hanya memilki kontrak selama kurang lebih 6 bulan, apabila kinerjanya baik maka akan di lanjutkan kontraknya namun sebaliknya apabila kinerjanya tidak baik maka mereka akan di ganti dengan SDM yang lebih baik menurut perusahaan.

KPI, bagaimana SDM tersebut dinilai dan layak atau tidak dilanjutkan kontraknya adalah berdasarkan KPI (key performance indicator), KPI ini terdiri dari tiga, yaitu kedisiplinan, nilai pelayanan atau QSM(Quality service management), dan produktivitas

Kedisplinan
Kinerja operator juga dilihat dari absensi. Tidak jarang apabila operator yang sedang sakit tetap memaksakan diri untuk masuk kerja dan hal ini berdampak negatif pada kesejahteraan karyawan tersebut.

QSM
nah ini penilaian berdasarkan costumer service melayani pelanggan, setiap hari mereka dinilai, index nilainya dari 0-100, dan biasanya perusahaan menetapkan operator untuk mencapai rata-rata nilai per bulan adalah 85,


Produktivitas
Operator Call Center harus mendapatkan nilai QSM tinggi dan mereka di targetkan untuk melayani konsumen minimal 185 telepon dan tidak jarang ada ada juga yang minimal 200 call ini untuk perusahaan² telokomunikasi biasanya)

Apabila mereka tidak memenuhi KPI tadi maka operator tersebut akan di pecat akan di pecat, dan kadang operator bisa saja di pecat karena hanya karena satu call saja misal apabila ada pelanggan yang marah-marah pada saat komplain dan operator tersebut terbawa emosi dan ikut marah maka bisa dipastiin klo tidak dapat SP mereka di pecat. Hal tersebut membuat turn over karyawan menjadi tinggi dan tentunya hal tersebut bisa berdampak negatif pada kinerja perusahaan.

Dengan Turn over yang tinggi seperti ini maka perusahaan harus lebih kreatif dimana perusahaan bisa membuat kesejahteraan bagi pelanggan maupun karyawan dari perusahaan itu sendiri.

artikel terkait : http://aplikasi-call-center.blogspot.com/2010/06/technology-in-vtalk-call-center.html

Selasa, 15 Juni 2010

Technology In Call Center

Teknologi memang sudah merubah dunia ini. Teknologi sekarang ini bahkan bisa merubah lifestyle manusia. Dalam industri call center peranan teknologi  sekarang ini juga membuat industri ini semakin berkembang. Bahkan kini perusahaan harus mulai menyesuaikan misi dan budayanya untuk dapat memanfaatkan dan mendapatkan benefit dari teknologi itu sendiri.

Apabila mengingat inovasi, mungkin sering kali kita mengacu pada teknologi, baik itu dalam bentuk system maupun aplication. Para manager yang bertugas mengatur call center tentunya sangat memanfaatkan teknologi supaya dapat mendeliver customer experience dan kualitas dari service serta mengurangi biasaya dan meningkatkan produktivitas perusahaan.

Pada zaman resesi ini banyak system yang dapat mengembangkan call center ditahun ini, khususnya solusi yang bersifat analitis seperti APLIKASI CRM Mereka menganalisis customer experience dan membuat solusi. Sekarang ini banyak manager mencari solusi yang mudah untuk diterapkan dan di implementasikan. Aplikasi tersebut harus berfungsi dan memberikan hasil yang cepat.

Sekarang ini aplikasi call center sudah lebih dikenal dengan sebutan contact center dimana hunungan yang diciptakan tidak hanya dalam bentuk panggilan telepon, tetapi juga bisa lewat email, chat seperti melalui YM, SMS bahkan teleconference. Dunia service sekarang juga sudah banyak berinovasi. Dalam beberapa tahun terakhir ini saja pasar sudah sangat aware akan aplikasi call center yang berfungsi sebagai penghasil income dan bukan hanya sekedar sarana untuk layanan pelanggan atau customer service saja.

Resesi ekonomi yang terjadi sekarang ini akan membuat tahun yang sulit bagi perusahaan. Dampaknya perusahaan dalam segala ukuran terutama yang berkembang akan memncoba untuk menggunakan semua sumber daya yang dipunyai guna mempertahankan customer yang sudah ada dengan harapan bisa untuk meningkatkan penualan dari pada customer yang sudah ada. Call center adalah sarana yang sangat tepat untuk dapat mengidentifikasi adanya peluang dn menutup penjualan seiring dengan berinteraksinya perusahaan dengan customer. Akan tetapi call center bisa lebih berperan aktif apabila mereka dilengkapi dengan managemen yang baik dan juga didukung oleh system pemasaran dan teknologi yang mumpuni.

Dahulu kala mungkin aplikasi call center hanya digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang pelanggan dan mengumpulkan semua penjualan yang masuk. Namun, sekarang ini call center dituntut untuk berimprovisasi lebih yaitu mengenail peluang dan memperhankan pelanggan. Call center juga diharapkan bisa menjadi media untuk menciptakan dan mengelola tampungan segala transaksi yang ada supaya perusahaan bisa mendapatkan pola dan tren dari customer itu sendiri, tidak perduli channel apa pun yang digunakan.

Dulu aplikasi call center dibangun dengan peralatan PABX yang di punyai dan di kelola oleh operator. PABX berfungsi untuk mendistribusi dan menbagikan panggilan secara otomatis, memberikan jawaban suara yang interaktif, routing, dan lain sebagainya. Teknologi seperti contohnya sistem panduan otomatis ditujukan untuk menambah efisiensi, naik itu telepon masuk atau keluar. Panggilan masuk harus ditujukan kebagian yang sesuai untuk menangani keperluan pelanggan yang menelepon, dan meminimalisasi watu menunggu dari antrian panjang yang sering kali terjadi.

Memasuki dunia virtual, sekarang ini aplikasi call center tidak ketinggalan karena diadopsinya teknologi call center. Dengan bergabungnya software call center  atau perangkat lunak dan teknologi yang semakin lama semakin moderen untuk terus menigkatkan kualitas pelayanan, maka munculah call center virtual. Pada model virtual call center, operator aplikasi call center tidak memiliki, mengoperasikan atau mengelola segala peralatanm melainkan hanya cukup menyewa atau berlangganan bulanan atau tahunan pada sebuah provider yang mempunyai semua sumber daya call center di pusat data mereka.

Teknologi apa saja yang penting untuk dipunyai dalam call center, jawabanya tergantung pada banyak hal, yaitu apa tujuan aplikasi call center, berapa besar ukuranya, channel apa saja yang digunakan (telepon, email, chat, fax, dan lain lain), serta lokasi dari call center tersebut. aplikasi call center akan menjadi kompleks dan secara teknis sangat moderen, atau hanya sederhana saja operationalnya . Semua tergantung dari kebutuhan perusahaan masing-masing.

Banyak sekali teknologi, system, tools, dan aplikasi canggih yang bisa diadaptasi call center. Namun tantanganya yaitu bagaimana memilih teknologi yang tepat, mengimplementasikan dengan benar, dan memaksimalkanya pada tahapanya.

Berikut adalah beberapa pilihan teknologi yang wajib dimiliki oleh aplikasi call center saat ini:

Automatic Call Distributors dan atau Dialers. Setiap call center memerlukan sebuah sistem untuk memproses panggilan dan interaksi lain seperti e-mail atau chat. Sebuah ACD (automatic call distributor) atau dialers adalah inti dari sistem call center. Semua aplikasi lain dimaksudkan untuk digunakan sebagai pelengkap dan untuk mengembangkan performa dari ACD dan dialers.

Call center inbound menggunakan ACD untuk mengelola aliran panggilan masuk lalu mendistribusikannya ke bagian atau agen yang sesuai. Sementara call center outbound menggunakan dialer untuk melakukan dan menyelesaikan panggilan.

CRM Application/Call Center Servicing Application. Adalah teknologi kedua terpenting dalam call center. Para agen menggunakan servicing application untuk dapat merespons pelanggan menggali data, serta mencari hubungan dan value pelanggan bagi perusahaan. Kegunaan lain dari servicing application adalah untuk mendokumentasikan segala keluhan, isu, atau permintaan pelanggan, serta langkah-langkah yang dilakukan untuk menanganinya. Teknologi ini menciptakan suatu record akan semua interaksi yang terjadi, yang bisa diakses lagi ketika diperlukan saat ada pelanggan yang memerlukan bantuan.

Campaign Management System. Call center outbound memerlukan CMS (campaign management system) supaya pihak penelepon bisa tahu siapa yang hendak dihubungi. Teknologi CMS yang lebih canggih bahkan memungkinkan para agen bisa merekam respons dari setiap pelanggan.

Call Recording Systems. Semua call center untuk tujuan penjualan dan customer service (inbound maupun outbound) memerlukan sistem recording untuk mencatat semua interaksi yang ada, supaya mereka bisa mempelajari ulang jika ada pertanyaan, masalah atau keluhan terhadap interaksi yang terjadi. Beberapa perusahaan hanya mempunyai catatan mengenai panggilan, tetapi beberapa mempunyai catatan lengkap baik panggilan serta skema yang digunakan untuk melayani pelanggan. Beberapa sistem pencatat yang canggih mampu mencatat semua jenis interaksi—tidak hanya panggilan.

Interactive Voice Response Systems/Speech Recognition Systems. Ini adalah alat self-service untuk mengotomatiskan penanganan panggilan masuk pelanggan. Sistem IVR (interactive voice response) yang lebih maju sudah menggunakan teknologi speech recognition supaya pelanggan bisa langsung “berbicara” dengan IVR tanpa perlu menekan tombol telepon mereka dan dioper-oper ke bagian demi bagian. Sistem IVR dan speech recognition bisa membantu perusahaan menekan biaya dan sering kali mampu menangani 40–85 persen dari semua panggilan masuk secara otomatis.

Banyak industri yang sudah menerapkannya, seperti banking retail, kartu kredit, broker, asuransi, kesehatan, dan lain-lain. Beberapa perusahaan mengklaim bahwa IVR dan speech recognition mampu meningkatkan kualitas pelayanan karena sistem yang beroperasi secara otomatis ini mampu bekerja walaupun sedang tidak ada agen yang bertugas. Bahkan, kini semakin banyak call center outbound, khususnya mereka yang beroperasi untuk tujuan penjualan, yang mengadopsi sistem IVR ini untuk meningkatkan produktivitas.

Workforce Management Software. Teknologi ini digunakan untuk meramalkan jumlah panggilan atau jenis interaksi lain seperti e-mail dan chat. WFM (workforce management software) bisa membantu manajer call center dalam mengatur berapa jumlah agen yang optimal supaya bisa memenuhi kebutuhan perusahaan, dengan turut memperhitungkan waktu istirahat agen, training agen, rencana liburan, cuti, serta sakit. Perangkat lunak WFM bisa digunakan untuk menentukan jumlah agen yang harus dipekerjakan secara otomatis agar bisa menangani semua pelanggan yang ada.

Teknologi WFM ini cukup penting fungsinya bagi call center inbound yang mempunyai 100 atau lebih agen, atau call center yang lebih kecil tapi lebih kompleks, yang mengoperasikan dan/atau menangani banyak macam interaksi. Beberapa tahun terakhir, call center outbound juga sudah mulai menggunakan WFM.

Quality Management Applications. Teknologi ini digunakan untuk mengukur seberapa baik kinerja para agen call center dalam mematuhi segala kebijakan dan prosedur internal. Aplikasi semacam ini cukup penting untuk call center inbound karena mampu memberikan informasi bagaimana performa call center kepada pihak manajemen. Aplikasi QM (quality management) sudah mulai digunakan dan pada akhirnya akan menjadi cukup dibutuhkan juga untuk call center ourbound.

Computer Telephony Integration (CTI). Teknologi ini menghubungkan ACD ke aplikasi CMS. Pada tingkat yang paling dasar, teknologi ini menampilkan account pelanggan ke desktop agen ketika panggilan dilakukan. Ini bisa menghemat waktu si agen karena tidak perlu lagi mencari-cari informasi tentang pelanggan, serta menghilangkan kejengkelan dari pihak pelanggan karena tidak perlu lagi berulang-ulang menyebutkan identitas atau nomor account-nya. CTI adalah teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas di banyak call center.

Teknologi berikut, walaupun bukan benar-benar merupakan teknologi call center, tetapi tetap perlu untuk disebutkan karena bisa berfungsi untuk memindahkan segala interaksi yang terjadi di call center. Teknologi tersebut adalah Time Division Multiplexing (TDM) dan Internet Protocol (IP).

TDM adalah cara tradisional untuk memindahkan panggilan, dan IP akhir-akhir ini sudah menggantikan TDM sebagai mekanisme utama untuk memindahkan panggilan atau interaksi dalam call center. Teknologi IP mempunyai dua keuntungan. IP tidak peduli dengan apa yang ia pindahkan (apakah itu panggilan, e-mail, chat, atau fax) dan bisa diaplikasikan dengan biaya yang lebih hemat. IP lebih baik karena menggunakan jaringan data telekomunikasi standar daripada jaringan suara kuno yang didesain untuk komunikasi dengan sinyal analog.

Sistem dan teknologi yang disebutkan di atas dianggap penting dan ditemukan di kebanyakan call center. Tetapi, ada banyak solusi call center yang lain. Beberapa sudah tua dan beberapa masih relatif baru. Teknologi tersebut juga mampu menambah value bagi perusahaan dan pelanggannya.

Walaupun tidak dianggap terlalu penting, tetapi teknologi ini sering kali mampu meningkatkan return on investment (ROI). Sebut saja teknologi untuk menyurvei pelanggan, mengelola respons e-mail, speech analytics, mengelola web, serta knowledge management tools.

Call center adalah suatu operasi yang kompleks. Walaupun teknologi itu penting, tetapi agenlah yang tetap memegang peranan untuk menciptakan image perusahaan dan kesan dalam benak pelanggan. Merekalah kunci untuk me-retain dan memperkuat hubungan dengan pelanggan. Teknologi, hanya menjadi alat mereka.


Call center adalah suatu operasi yang kompleks. Walaupun teknologi itu penting, tetapi agenlah yang tetap memegang peranan untuk menciptakan image perusahaan dan kesan dalam benak pelanggan. Merekalah kunci untuk me-retain dan memperkuat hubungan dengan pelanggan. Teknologi, hanya menjadi alat mereka.

Artikel Terkait:
http://aplikasi-call-center.blogspot.com/2010/06/feature-dan-manfaat-vtalk-call-center.html

Fitur dan Manfaat Aplikasi Call Center















Manfaat
yang diperoleh Pelanggan Korporasi dalam mengimplementasikan solusi Aplikasi Call Center antara lain:
1. Sebagai interface perusahaan ke pelanggan.
2. Perusahaan semakin kompetitif terhadap perusahaan pesaing
3. Meningkatkan loyalitas pelanggan ke perusahaan.

Dengan semakin cepatnya perkembangan teknologi terutama pada teknologi aplikasi call center Selain manfaat aplikasi call center diatas,

Aplikasi Call Center juga dapat digunakan untuk :

1. Telecollection system
2. Telesales / Telemarketing System
3. Telesurvey (CATI) System
4. Call center sebagai wadah komunikasi / Customer service
5. Aplikasi call center versi Cloud

Nama boleh aplikasi call center namun namun fungsi bisa berubah jauh dari nama itu sendiri, sebut saja Telecollection system, yaitu sistem yang digunakan untuk melakukan penagihan melalui telepon kepada para nasabahnya dimana didalamnya dilengkapi dengan fitur fitur pendukung seperti voice recording, skill based, report performance sehingga dalam pelaksanaanya dapat lebih lancar dan mudah.

Ke Lima manfaat tersebut akan kita bahas di artikel yang berbeda yah.


Artikel Terkait:
http://aplikasi-call-center.blogspot.com/2010/06/vtalk-solusi-software-call-center.html

Solusi Software Call Center

Aplikasi Call Center merupakan salah satu solusi yang kami sediakan adalah menyediakan solusi komunikasi tidak hanya sekedar telpon saja tapi juga terintegrasi dengan system kami.

Kami menyediakan jasa pembangunan Call Center dari penyediaan nomor akses, jasa jaringan, dan perangkat call center seperti PBX, FWT, IVR, terminal agent dan computer serta tentunya aplikasi call center yang dibutuhkan untuk mengoperasikannya.















Call Center solution yang kami tawarkan adalah Aplikasi Call Center yang mempunyai fitur canggih
dengan mengoptimalkan pemanfaatan system IVR, CTI, administration & Reporting, Recording dan features-features Call Center, sehingga sistem dapat mengetahui siapa yang menelpon, menampilkan data Pelanggan dan kinerja para Agent, bahkan supervisor dapat memonitor agent yang sedang melakukan komunikasi dengan pelanggan dan semua pembicaraan dapat otomatis terekam di sistem.